10 Desainer Mode Indonesia Yang Harus Anda Ketahui

Fashion telah menjadi salah satu industri utama di Indonesia, dan negara berutang banyak kepada para desainer berbakat yang pergi keluar dalam menciptakan karya luar biasa mereka. Mulai dari desainer yang terinspirasi etnik hingga internasional, temukan perancang busana terbaik Indonesia yang harus Anda ketahui.

Didit Hediprasetyo

Perancang busana kelahiran Jakarta ini mendapatkan pengakuan internasional setelah tampil di Paris Couture Fashion Week di 2010. Labelnya, Didit Hediprasetyo, berkantor pusat di Paris, tetapi ia masih sering menggabungkan unsur-unsur busana tradisional Indonesia ke dalam desain couture glamornya. Perancang juga memperluas gaya mewahnya yang berselera tinggi untuk kolaborasinya dengan BMW sebagai desainer kedua setelah Karl Lagerfeld untuk mendesain interior dan eksterior seri BMW terbatas.

Anniesa Hasibuan

Sejak memulai debutnya di London di 2015, Anniesa Hasibuan dengan bangga memamerkan karya ikoniknya di seluruh dunia. Dia memiliki gaya desain yang khas yang menganut prinsip-prinsip pakaian Muslim yang diilhami dengan peningkatan glamor yang anggun, membuatnya bekerja baik dihargai dan dikritik dalam lanskap mode. Dia adalah orang pertama yang menampilkan jilbab hijab dalam setiap tampilan di New York Fashion Week, yang membuka jalan sebagai perancang mode yang diakui dunia internasional. Dia membuka butik pertamanya di daerah mewah Kemang di Jakarta, Indonesia, dan sejak itu membuka lebih banyak toko di New York, Istanbul, dan Malaysia.

Auguste Soesastro

Arsitektur dan desainer lulusan-fashion-film pertama meluncurkan merek couture-nya di New York, bernama Kraton itu berarti 'istana' dalam bahasa Indonesia. Selain itu, ia juga memulai lini busana ready-to-wear di Jakarta di 2012. Sebagai perancang busana wanita, Auguste Soesastro memiliki filosofi kuat yang menempatkan mereknya melawan obyektifikasi perempuan. Pandangan itu jelas dalam desainnya yang elegan dan ramping, memungkinkan wanita untuk bergerak dengan nyaman dan menonjolkan intelektual. Dia terus-menerus menampilkan elemen desain dan material Indonesia yang menjadi sumbernya secara lokal, memberikan desainnya nuansa tradisional yang otentik pada potongan modern.

Oscar Lawalata

Meskipun harus berhenti sekolah mode di tengah jalan karena krisis moneter Indonesia di 1998, ketekunan Oscar Lawalata, kerja keras, dan bakat telah memungkinkannya membuka butik pertamanya di Jakarta. Karya-karyanya telah ditampilkan secara internasional, termasuk modern yang mengesankan batik koleksi dia menunjukkan di Los Angeles di 2016. Meskipun ia suka memasukkan unsur-unsur tradisional ke mode, Oscar Lawalata berjanji untuk membuatnya tetap modern dan elegan, dan untuk menciptakan sesuatu yang orang bisa pakai dengan bangga saat masih menjadi budaya.

Sebastian Gunawan

Sebastian Gunawan telah melakukan perjalanan di seluruh dunia untuk belajar mode tetapi kembali ke Indonesia untuk mendirikan rumah mode di 1993. Sejak itu, ia telah dianugerahi penghargaan nasional dan internasional, dikenal karena gaun malamnya yang elegan dan cemerlang dengan kristal, manik-manik, dan batu yang luar biasa. Desainer hauté couture juga telah berhasil meluncurkan koleksi gaun pengantin dan pakaian anak-anak, juga berkilau dengan sulaman yang bersinar.

Tex Saverio

Kecintaan Tex pada fashion telah ditunjukkan sejak usia dini. Bahkan, ia meninggalkan sekolah menengah untuk belajar mode di Jakarta. Ketika pertama kali debut di Jakarta Fashion Week di 2012, koleksi avant-gardenya yang halus mencuri hati banyak orang. Keahliannya dengan detail yang rumit telah membawa karyanya ke dunia hiburan global. Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah gaun pengantin putih ikonik yang terlihat di dalamnya The Hunger Games: Penangkapan Api.

Didiet Maulana

Arsitek yang menjadi desainer ini mendirikan Ikat Indonesia, sebuah merek yang membawa tradisional ikat kain Indonesia ke runway prestisius. Seorang ahli dalam membuat yang terbaik dari pola geometris dan struktur, Didiet mampu menciptakan potongan-potongan busana satu-of-a-kind yang membuatnya diakui oleh fashionista dan selebriti. Desainnya bahkan digunakan di salah satu tas Goody Goody Grammy Awards 2016.

Biyan Wanaatmadja

Dianggap sebagai perancang busana senior di Indonesia, Biyan telah melayani banyak kebutuhan mode kelas atas. Dikenal karena koleksi romantis tetapi modern, lini fashion pertamanya BIYAN masih menjadi salah satu merek fashion paling dicari sejak diluncurkan di 1984, ketika ia pertama kali kembali ke Indonesia setelah mempelajari mode dan bekerja di Eropa selama 15 tahun. Selama bertahun-tahun, perancang busana kelahiran Surabaya terus menambahkan karya-karya yang lebih mengesankan termasuk garis streetwear perkotaan dan koleksi gaun pengantin.

Peggy Hartanto

Karya Peggy Hartanto telah dipakai oleh selebriti internasional seperti Gigi Hadid, Kelly Cuoco, dan Chloe Bridges. Label eponimnya telah sangat sukses dan berpengaruh, dan telah membantunya untuk masuk ke daftar Forbes 30 Under 30 Asia. Dikenal sebagai merek high-end tetapi siap pakai, karya Peggy sering menampilkan garis dan struktur elegan yang bersih. Dia juga percaya bahwa koleksi busana harus memiliki cerita dan filosofi yang membuatnya istimewa — sesuatu yang dia praktikkan setiap waktu.

Windri Widiesta Dhari

Label Windri, NurZahra, memiliki koleksi pakaian Muslim yang terinspirasi dari busana, Muslim atau bukan. Setelah meninggalkan posisi General Managernya di sebuah lembaga yang dikelola pemerintah untuk bekerja dalam mode, Windri telah mengumpulkan inspirasi desain dari seluruh dunia. Dia sering mengawinkan elemen desain tradisional Indonesia dengan teknik asing, menciptakan desain khas dengan karakteristik yang kuat.